Sabtu, 26 November 2016

Renungan bagi Penuntut Ilmu


Salah satu penyakit yang telah menembus hati sebagian penuntut ilmu adalah, ketika ada satu permasalahan dalam Diennya yang pertama kali terucap di lisannya: Apa pendapat Syeikh fulan, apa komentar ulama fulan, apa kata ustadz fulan??

Tidakkah yang paling pertama keluar dari lisannya adalah: Apa menurut firman Allah, disurah apa ayat berapa, apa menurut Rasulullah, dihadist apa, terdapat dikitab mana??

Ketika engkau sudah membawakan firman Allah dan RasulNya menurut pemahaman para salaf, engkau telah menjelaskannya, lalu orang itu masih membenturkan dengan pendapat Syeik fulan, Ulama fulan, seraya berkata: Syeikh kami, ulama kami, ustadz kami tidak berpendapat demikian..Tinggalkanlah orang itu.

Sungguh ilmu Syeikh dan ulama mu tidak ada seujung kuku dibanding 4 imam madzhab. Toh mereka tetap mengajarkan untuk meninggalkan pendapat mereka jika itu bertentangan dengan pendapat Nabi yang engkau bawakan.

ABU HANIFAH:
Jika suatu hadits shahih, itulah madzhabku. Ibn 'Abidin - Al Hasyiyah l/163.

Tidak halal bagi seseorang mengikuti perkataan kami bila ia tidak tahu darimana kami mengambil sumbernya.
Ibnu Abdil Barr - Al Intiqa hal 145.

MALIK BIN ANAS
Saya hanya seorang manusia, kadang salah, kadang benar. Telitilah pendapatku. Bila sesuai dg Al Qur'an dan As Sunnah,  ambillah, dan bila tidak sesuai, tinggalkanlah. Ibnu Hazm -Ushul Al Ahkam Vl/149.

Siapapun perkataannya bisa ditolak dan bisa diterima, kecuali hanya Nabi sendiri. Ibn Abdil Barr - Al Jami' ll/291.

IMAM SYAFI'I
Bila kalian menemukan dalam kitabku sesuatu yang berlainan dengan hadits Rasulullah, peganglah Hadits Rasulullah dan tinggalkanlah pendapatku. Nawawi - Al Majmu' l/63.

Bila suatu hadits itu shahih, itulah madzhabku. Nawawi - Majmu' l/57.

IMAM AHMAD
Janganlah engkau taqlid kepadaku atau kepada Malik, Syafi'i, Auza'i dan Tsauri, tetapi ambillah dari sumber mereka mengambil.
Ibn Qayyim - Al i'lam ll/302.

Jika engkau telah mengetahui kebenaran, dari sumber yang jelas, maka tidak pantas bagimu mengambil pendapat lain yang bertentangan dengan firman Allah dan hadits Nabi walaupun yang datang dari ulama atau ustadz dimana engkau mengambil ilmu darinya. Dan juga Jangan dengarkan perkataan bapakmu, nenekmu, tantemu, engkongmu, jika yang mereka bawakan bertentangan dengan kebenaran yang nampak dihadapanmu.

Jika mereka masih saja membantahmu, tinggalkanlah. Lebih baik pulang kerumah mengaji atau dengarkan ceramah atau membaca - bacaan yang bermanfaat sambil minum kopi ditemani sepiring gorengan. Jika engkau kolesterol gantilah dg kue yang manis,  jika engkau bergula tinggi, minum air putih saja.

Semoga bermanfaat

Oleh : Abu Luqman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar