Minggu, 25 September 2016

Ngoret

Manusia itu punya porsi masing-masing. Ada kalanya dia berubah menjadi lebih baik, kita sebagai orang lain tak berhak menghakimi perubahannya, apalagi masa lalunya. Harusnya kita ikut senang, bukan malah mencibir dan nyinyir "ih, padahal dulunya dia bla bla bla"
Heyy, kita ini siapa? tak berhak menghakimi, boleh jadi dia akan lebih baik darimu, dia lebih disayang Allah dari pada dirimu karena ketaatannya sekarang. Sejatinya, ketika engkau semakin sering nyinyir tentangnya, maka akan semakin berkurang dosa-dosanya karena telah engkau ambil sebagian dosanya.
Sekarang mau pilih mana? pilihan ada ditanganmu :)

Yuk sibukkan diri MENJADI BAIK dihadapan Allah, bukan malah MERASA sudah BAIK. Menjadi baik itu tak mengharap mendapat pengakuan dari sesama manusia, tapi mengharap Allah ridho atas apa yang kita kerjakan :)

Kamis, 15 September 2016

Mimpi Ana

MIMPI. Bicara soal mimpi, ini bukan mimpi bunga tidur loh yaa hehe. Mimpi ini yaitu suatu impian yang kalau ingin dicapai harus dikejar dan berusaha mewujudkannya, bukan sekedar 'ingin' namun tiada usaha mewujudkannya dan hanya berhenti diangan-angan saja. Semua orang berhak punya mimpi, dan kalau ana sarankan yaa kita 'wajib ain' punya mimpi hehe 
Bicara soal mimpi ana nih ya, kalau misal dilist dan ditulis di blog ini bisa jadi nanti ana dapet peringatan dari pihak blogger karena tulisannya yang panjang sampe tumpeh-tumpeh hehehe. Ah masa sampe segitunya yaa :p
Sahabat sholcan...cita-cita dan mimpi terbesar ana yaitu menjadi orang sukses abadi, yaitu menjadi penghuni surgaNya dan keluar dari dunia ini dalam keadaan semua dosaku telah terhapus. MasyaAllah siapa sih yang nggak pengen jadi penghuni surga, sugguh! ini adalah impian terbesarku :') Dan yang lebih membahagiakan lagi jika menjadi penghuni surgaNya bersama denganmu duhai jodohku, sungguh sempurna kebahagianku saat itu #ehemm

Banyak mimpi yang ingin aku raih bersama denganmu duhai jodohku, masa depanku.
Bersamamu aku ingin menjadi wanita paling beruntung karena memilikimu yang sholih, yang nanti akan membimbingku, mengajakku menuju surgaNya. Bersamamu aku ingin membangun surga kecil di dunia, menjadi keluarga yang sakinah. Iyaa, sakinah bersamamu duhai jodohku. Tidak hanya di dunia, aku ingin kita tetap bersama sampai di surga. MasyaAllah bahagianyaaa... Dikelilingi mujahid mujahidah yang sholih sholihah, lucu, cantik dan tampan hatinya seperti engkau calon abi anak-anakku. Satu hal lagi yang ingin aku raih bersamamu duhai jodohku, aku ingin kita merawat anak-anak nanti menjadikan mereka para hafidz dan hafidzah qur'an. Setujukah engkau duhai jodohku? Sungguh mimpi ini telah ada sejak lama, melahirkan generasi penghafal kalam Allah. Semoga engkau disana juga menginginkan hal yang sama denganku wahai jodohku :)

Tahukah kau jodohku? ada banyak hal yang ingin aku lakukan denganmu, yaitu kita beribadah ke Baitullah bersama aamiin... hal yang lain yaitu memelihara anak yatim hehe, aku suka anak kecil, aku suka ramai-ramainya anak kecil. Suatu saat aku pernah bermimpi memiliki pondok, lebih-lebih nanti bisa berkembang menjadi pondok pesantren hmmmm pengeeeen. Menyelam sambil minum air, iyaa mengasuh anak orang nyambi mengamalkan ilmu yang pernah aku dapatkan, serta belajar lagi-dan lagi, itung-itung ngasah otak hehe

Jadi wanita paling baruntung memiliki suami sholih, keluarga sakinah mawaddah warohmah, dititipkan mujahid mujahidah hafidz hafidzah Qur'an, ibadah ke baitullah bareng suami, ngasuh anak yatim, punya pesantren dan mengamalkan ilmu yang aku punya hmmm mimpi-mimpi ini semoga Allah akan kabulkan :') jika tidak semua yang penting aku menjadi manusia yang bermanfaat bagi lingkunganku saja Alhamdullilah syukurnya, hal tersebut pasti akan sangat membahagiakan :)

Semoga tulisan ini bisa menginspirasi diri ini untuk terus memantaskan diri mendapatkan hal-hal yang sekarang masih menjadi mimpi, yang suatu saat akan Allah kabulkan untukku aamiin

S E M A N G A T   P E R B A I K A N

S E M A N G A T   P E M A N T A S A N  D I R I

Rabu, 14 September 2016

Hei Jodoh! Apa Kabar?


Duhai jodoh...
Bagaimana kabar imanmu hari ini?
Semoga kau disana tetap istiqomah dalam taatmu
Semoga engkau tetap sabar menanti hari dimana kita akan bersatu. Ya, ku harap aku pun begitu :)
Jika aku disini menjaga, kuharap engkau disana juga sama
Ketika aku menulis catatan ini, hatiku sedang merindu. Sungguh! :)
Ku rindukan hadirnya dirimu sebagai penyejuk hati ini

Duhai jodoh...
Apa yang sedang kamu kerjakan?
Menghafal kalam Allah, belajar, di tengah-tengah majelis ta'lim atau yang lain?
Oh, aku sangat tidak berharap engkau sedang bersama dengan wanita lain saat ini
Betapa sakitnya hati ini jika aku tau kau sedang merayu wanita lain disana

Duhai jodoh yang telah tertulis dalam Lauhul Mahfudz jauh sebelum aku lahir
Ketahuilah, aku disini sedang mempersiapkan diri menjadi bidadarimu
Aku ingin engkau menjadi lelaki paling beruntung memiliki aku
Aku ingin menjadi alasan kesyukuranmu
Yaa.. itu janjiku :)

Duhai jodohku
Banyak hal yang ingin aku bagikan denganmu
Banyak cita-cita yang ingin aku raih bersamamu
Namun ada satu cita-cita yang benar-benar ingin aku raih bersamamu
HIDUP SESURGA denganmu :)
Oh betapa sempurnanya cintaku jika kau pun sedang memikirkan hal yang sama denganku :)

Duhai jodohku...
Ada beberapa harapanku untukmu
Aku harap (nanti) engkau akan menerima semua tentangku
Masa laluku, kurangku, keluargaku, dan semua tentangku
Inti pengharapanku satu, engkau lapang menerimaku. Itu saja :)
Tidak peduli kita baru bertemu, tidak saling kenal sebelumnya, atau bahkan ternyata kau adalah lingkunganku sendiri, yang selama ini sebenarnya kita dekat. WaAllahu 'alam

Duhai jodohku
Dalam malam-malamku aku selalu meminta Allah selalu menjagamu dimana pun kau berada
Menitipkan imanmu kepadaNya, meminta agar engkau menjadi lelaki kuat disana
Karena ku tau imanmu tidak lebih kuat dari nafsumu

Duhai jodohku...
Jaga diri baik-baik disana ya, pun sama denganku disini. Aku menjaga untuk engkau yang terjaga duhai jodohku :)
Semoga rindu yang aku susun dalam bait-bait doa di malam-malamku sampai pada hatimu dengan indah. Aku harap engkau merasakannya duhai masa depanku :)

Sumber gambar: instagram.com

Senin, 05 September 2016

Rindu Nyantri

Assalamu'alaikum sahabat sholcan :)
Bagaimana kabar hatimu hari ini? semoga tetap bersih dan istiqomah dalam taat yaaa aamiin :)
Sahabat sholcan, fulana lagi merindu nih... Iyaa, lagi rindu ma'had tercinta >,<
Gini-gini fulana juga pernah nyantri loh hehe meskipun nggak lama, iya hanya selama kurang lebih 3 tahun saja, jadi ceritanya dulu lulus SMP fulana pengen banget tuh mondok dan Alhamdulillah ternyata orangtua setuju banget kalau fulana mondok sambil sekolah disana hehe. Nyambi mondok, fulana sekolah SMA disana, lulus SMA eh lulus juga mondoknya, fulana malah milih berhenti, pulang kerumah. Tapi pas sekarang kayak nyesel, kurang lama dipondoknya :( Padahal selama nunggu masuk kuliah masih ada waktu beberapa bulan loh, sayang banget kan waktunya cuma dihabiskan dirumah. Hmmm ya begitulah, namanya penyesalan pasti selalu ada dibelakang, kalau ada didepan namanya pendaftaran hehehe
Belajar di pesantren itu seru loh, sungguh! Udah banyak temen, banyak pengalaman, dapat banyak ilmu juga loh sahabat. Ilmu umum dapet, ilmu bermasyarakat dapet, ilmu agama apalagi, tempatnya ya di ma'had ini, ilmu jadi istri sholeha juga ada loh disini *ehemm hehehe. Gimana fulana nggak bilang gitu sahabat, lah disana kita dituntut untuk mandiri, masak, bersih-bersih mulai dari nyapu, ngepel, cuci baju, cuci karpet, jemur bantal, rapihin tempat tidur, bersihin kamar mandi sampe nguras bak mandi yang panjangnya 10 meter kita bisa loh.!apalagi manage uang kiriman[1] biar cukup sampai kiriman lagi mah jangan ditanya, udah pasti pinter banget hehe...Kebayang kan punya istri alumni pesantren, ngatur duit aja pinter apalagi ngatur rumah tangga kita bang eaaaa >_< *ehh dilarang baper loh yaa wkwk
Dunia pesantren itu menyenangkan sahabat sholcan, kalau saja waktu bisa diulang kembali fulana pengen deh kembali lagi jadi santriwati. Fulana cerita sedikit kegiatan pas dulu lagi nyantri ya.. jadi, pagi sebelum subuh itu kita udah bangun pagi untuk sholat subuh berjama'ah. Bangun sebelum subuh bagi santri mah udah jadi rutinitas yaa, dan yang paling seru pas antri kamar mandi, iyaa santri itu apa-apa kudu antri, sampai-sampai punya prinsip "Budayakan Hidup Antri" hmmm kebayang kan gimana sabarnya kita, nunggu antrian mandi aja sabar apalagi nungguin jodoh *ehhh
 Lanjut yaa sama kegiatan nyantri ala fulana (dulu). Uhhh makin rindu kan jadinya hiks..hiks.. Okey fulana list aja deh
1). Bangun sebelum subuh, biasanya dibangun speaker yang super nyaring, yang langsung dikontrol oleh pengasuh sendiri
2). Mau mandi, wudlu, nyuci, apa-apa 'wajib ain' antri hehe
3). Sholat 7 waktu kudu jama'ah (fardu+dhuha+tahajud), oiya di ma'had fulana tahajudnya jam 12 malam sahabat, jadi kita bangun tengah malam, abis gitu tidur lagi sekitar jam setengah 2an dan bangun lagi jam 4 pagi
4). Pas wiridan subuh pasti ada pengurus yang ngontrol keliling mushollah sambil bawa semprotan isi air es, pas tau ada yang manggut-manggut karena nggak tahan kantuk 'sroooot' basah dehhh hehe. Pas nyemprotnya udah kayak nyiram bunga aja, dari kejauhan dan kerasnya semprotan itu loh bikin kaget hehe, jangan tanya deh fulana pernah disemprot apa nggak, yang pastiiii pernah lah ya hehe
5). Abis subuh kegiatannya itu ngaji Qira'ati (teknik baca al-quran dengan ilmu tajwid yang tepat), pas ngaji Qira'ati ini fulana sudah dikelas akhir loh sahabat, sayang banget keburu berhenti padahal kalau mau nunggu beberapa bulan lagi, fulana bisa ikut Khotmil Qur'an (semacam ijazah atas kelulusan) loh, huhu kan sedih, nyesel, eman :(
6). Setiap jumat pagi kita santriwati keluar pondok, kita ngaji di astah (makam kyai sepuh), iyaa karena astahnya ada di pondok putra, eh tapi para santrinya sudah di'bersihkan' dulu loh yaa. Tapi ya gitu, namanya kita santriwati kan nggak pernah ketemu ikhwan, pas lagi keluar sebagian ada lah yang curi-curi pandang nyari ikhwan untuk sekedar cuci mata hehe. Eh eh tapi fulana enggak loh yaaa :p
7). Setiap minggu pagi hafalan juz 'amma dan doa-doa harian. Kalau soal hafalan mah jangan ditanya, banyak yang harus dihafalkan. Kebayang kan, hafalan aja di inget-inget apalagi cuma ngerawat rumah tangga kita kelak bang, hafal banget pasti wkwkwk
8). Minggu pagi ba'da dhuha ada acara rutin yaitu ro'an (bersih-bersih lingkungan pondok lingkup besar, gotong royong mulai dari nyapu lingkungan sekolah, nguras bak kamar mandi yang super jumbo sampai bersihin mushollah yang nggak kecil itu. Hmmm seru loh :D
9). Kunjungan orang tua hanya diperbolehkan pada hari libur saja, yaitu minggu mulai ba'da dhuha, istirahat dhuhur, ba'da ashar lanjut lagi. Kalau udah hari libur, ini nih hari rayanya anak santri, makanannya banyak, bisa dibilang ajang berbagi, yang nggak dikunjungi nggak kalah senengnya, secara dapat makan gratis lah yaaa hehe
10) Makan ala santri itu gembulan[2] hal yang mengasyikkan, kekeluargaan di pesantren itu bener-bener dibangun. Indaaaah banget :')
Masih baaaanyak banget kegiatan yang lebih indah dari ini, kalau fulana list semua mungkin seminggu nggak selesai nih ceritanya :p yang jelas malam ini fulana lagi rindu, kangen banget sama ma'had tercinta. Sama suasananya, temannya, dan semua yang ada disana. Ditempat itu ngerasa tenang, nggak mikir ikhwan-ikhwanan *ehhh hehe
Udah dulu ah curcolnya, ntar malah bikin fulana makin rindu :D
[1] Uang saku dari orang tua untuk biaya hidup di pesantren
[2] Makan bareng, biasanya pakai satu nampan buat bersama, kalau fulana sih satu nampan bisa sampai sepuluh orang hehe...asyik banget kan

Sabtu, 03 September 2016

Sabtu Malam (katanya)

Selamat sabtu malam sahabat sholcan, sabtu malam loh ya bukan malam minggu, di kalenderku nggak ada yang namanya malam minggu *ehhh, curcol banget ya kalau nggak pernah malam mingguan hehehe
Bagaimana kabar iman hingga detik ini sahabat sholcan? Semoga semakin kuat ya imannya :) aamiin.
Sholcan, fulana lagi pengen berbagi cerita nih, tau nggak sholcan, ya nggak tau lah kan belum mulai cerinya hehehe... jadi gini sahabat sholcan, tadi tuh ada teman fulana yang bilang gini, "mbak, aku pengen deh pakai kerudung panjang, tapi gimana ya kayak kurang pantes aja. Mungkin kalau kedua orang tuaku iya iya aja aku berubah dengan kerudung panjang itu, tapiiii orang ketiga ini" "Emang siapa yang ketiga?" "Pacarku mbak..." Nah tuh sebenarnya dia sadar, hanya saja mungkin karena cintanya pada sang pacar dia masih merasa berat untuk mewujudkan inginnya tadi.
Sahabat sholcan sekalian pasti sudah tau bukan kalau di dalam islam itu tidak ada yang namanya pacaran sebelum halal, yang ada yaitu pacaran after akad. Hmmm tuh kan fulana jadi baper, pengen nikah jadinya wkwkwk.
Perihal kerudung panjang, ketahuilah sahabat bahwasanya itu perintah langsung dari Allah. Coba yuk kaji terjemah QS. An-Nur ayat 31, disana jelas-jelas Allah memerintahkan "Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka" Nah tuh, jelas kan sahabat, yuk mulai saat ini niatkan untuk kembali pada jalan yang Allah ridhoi. Hidayah itu dijemput, jika kita hanya sekedar "ingin" yang terucap hanya di lisan saja tapi tidak ada usaha untuk mewujudkan inginnya, lalu kapan inginnya akan terwujud? iya kan sholcan :D
Yuk kita sama-sama belajar, menjemput hidayah Allah. Awali dengan niat, lalu banyak-banyak berdoa minta sama Allah untuk diistiqomahkan dalam menjalani taatnya. Memang semuanya tidak mudah, yang namaya cobaan, godaan, hambatan pasti ada. Namun ketika kita mampu bersabar, kita kuat menjalaninya percayalah Allah akan menggantinya dengan yang indah-indah. Buah dari sabar itu manis loh sahabat, kayak akuuu *ehhh hehehe. Jika kita tak mendapatkannya di dunia, percalah Allah akan membalasnya di akhirat :)
Tulisan ini tidak lain adalah sebagai nasehat untuk diri ini, semoga fulana bisa menjadi wanita sholihah, yang mampu istiqomah dalam taatnya kepada Allah aamiin :) pun sama untuk para sahabat sholcan sekalian, semoga kita semua bisa menjadi wanita yang mampu menjaga kehormatan hingga nanti kekasih halal kita menjemput untuk mengajak ke pelaminan (huhu jangan baper loh yaaa)

Jumat, 02 September 2016

Hei Fulan, Jazakallah

Kita kedapatan cerita seorang sahabat nih, pengen tau ceritanya? yuk simak deh :)

Entah awalnya dari mana, suatu ketika datang sosok asing kepadaku, tidak secara langsung tapi melalui percakapan messeger, sebut saja si fulan. Sebenarnya datangnya karena aku yang mengundangnya, iyaa dengan aku menyukai postingan yang ia bagikan.  Namun percakapan ini tak berlangsung lama, hanya beberapa percakapan saja, boleh jadi karena memang dianya yang cuek, tak mau mengundang fitnah dengan chat yang bukan muhrim atau karena dia tak tertarik padaku, entahlah mana alasan yang benar hehe :D Jadi begini, setelah saya cari tau dari bio akun social medianya dia adalah seorang ikhwan yang sekarang sedang kuliah mengambil konsentrasi Bahasa Arab di Universitas ternama.
Kedatangannya memotivasi diri ini untuk menjadi lebih baik lagi ketika salah satu dalam percakapan kami dia menanyakan, "Apakah pakaianmu telah syar'i?" "Bagaimana dengan betismu? apakah setiap keluar rumah sudah mengenakan kaos kaki? sedangkan kakimu juga termasuk aurat". Masya Allah, bergetar hati ini membenarkan pertanyaanya, seketika aku langsung introspeksi diri, melihat diri ini yang masih suka lepas pakai kaos kaki, bahkan hampir tidak pernah memakainya. Secara tidak langsung aku berterimakasih pada ikhwan ini karena telah mengingatkanku. Ternyata di zaman sekarang masih ada ikwan seperti ini.
Lanjut pada percakapan kami, dia to the point, langsung mengutarakan niatnya bahwa dia ingin mencari pendamping hidup. Umurnya baru akan menginjak 23 tahun, bisa dikatakan cukuplah untuk berkeluarga. Lalu bagaimana kelanjutannya? apakah dia tertarik padaku? jawabannya tidak, dia tak tertarik sedikitpun pada diri ini. Mungkin aku jauh dari kriterianya, yang ia inginkan adalah wanita dengan niqob dikepalanya, sedang aku tidak :) 

Yang aku syukurkan karena Allah masih peduli kepadaku, melalui ikhwan ini Allah mengingatkanku untuk memperbaiki penampilan dan akhlakku.
Tentang si Fulan yang ingin segera menikah, aku doakan semoga engkau disegerakan oleh Allah bertemu dengan jodohmu, agar segera bertamu kerumahnya dan meminangnya pada orang tua si wanita :)

Waaah inspiratif ya pengalamannya, mimin doakan semoga istiqomah ya ukh hijrahnya :)
Keep istiqomah ukhtiii~ hihi

Hilang T_T

Kehilangan, kalau sudah bicara tentang kehilangan, pasti identik dengan sedih. Iya nggak sih? apalagi kehilangan seseorang yang di sayang *ehh.. Loh loh jangan baper yaaa hehe. "huhu kenapa harus aku yang mengalaminya? bukan dia atau mereka saja?" "Allah itu nggak adil, kenapa harus aku? *mewek cabe* nah loh, jelas-jelas ini pemikiran yang salah.
Sahabat sholcan, kalian tahu nggak, Allah itu maha adil tauk. Jika Allah sekarang sedang mengambil yang menurutmu baik, bisa jadi Allah sedang merencanakan sesuatu yang lebih baik untukmu, yang lebih engkau butuhkan, bukan hanya sekedar yang engkau inginkan. Sahabat sholcan pasti tau kan bahwa Allah itu akan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.
Wahai sahabat sholcan sekalian, ketahuilah bisa jadi sesuatu yang telah hilang darimu itu adalah cara Allah untuk mengingatkanmu bahwa hal tersebut tidak baik untukmu, meski menurutmu itu baik. Yuk coba kita buka Al-Qur'an Surah Al-baqarah ayat 216, nah disana disebutkan bahwa Allah berfirman yang artinya "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi  (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui". Nah, sudah jelas kan sahabat sholcan, jadi mulai sekarang yuk biasakan berhusnudzon :)
Percayalah, apa yang telah, sedang, dan yang akan terjadi semua itu tak lepas dari ijin Allah dan semua itu adalah yang terbaik untukmu. Sekarang bagaimana kamu pintar-pintar mengambil sisi positif yang telah lalu, yang telah terjadi, agar dapat memperbaikinya di masa depan :)
Okey sahabat sholcan, tetap tersenyum yaa, jangan sampai sesuatu yang hilang itu merenggut senyum dan bahagiamu. Yuk tetap semangat menyambut bahagia di masa depan. Husnudzon Allah akan gantikan yang hilang tersebut dengan sesuatu yang lebih indah, kita hanya butuh bersabar, itu saja :)
Semangat sahabat sholcan :)
Salam manis
Fulana perindu