Pernah ada sebuah kisah seorang murid dan guru. Sang guru mengajak seorang muridnya ke sebuah taman bunga, gurunya berkata, "wahai muridku, masuklah engkau ke dalam taman bunga ini lalu bawalah satu bunga yang paaling indah diantara yang lainnya namun dengan syarat engkau tidak boleh berbalik arah, engkau masuk dari pintu depan dan keluarlah di pintu belakang. Ingat! tanpa engkau berbalik arah, setelah itu temuilah aku kembali dengan engkau membawa bunga terindah yang kau pilih". "Baik guru", jawab muridnya tersebut.
Tanpa berfikir panjang masuklah murid tersebut, dia mulai berjalan pelan melihat ke kanan dan ke kiri untuk memilih bunga yang paling indah yang dia sukai. Ditengah perjalanan ia menemukan bunga yang paling indah, yang berbeda dari yang lain, namun ia tak langsung mengambilnya karena ia berfikir bahwa didepan sana masih banyak bunga-bunga yang jauh lebih indah. Ia melanjutkan perjalanannya mencari bunga yang dimaksud sang guru.
Namun apa yang terjadi, ternyata apa yang dia fikirkan tidak benar, ia tidak menemukan bunga yang lebih indah dari yang ia lihat sebelumnya. Betapa menyesalnya dia setelah pintu keluar mulai terlihat, alhasil ia keluar tanpa membawa bunga satupun. Ia tak bisa membawa bunga yang ia sukai yaitu bunga terindah yang ia lihat di tengah perjalanan tadi.
Pergilah murid tersebut menemui sang guru. Gurunya bertanya, "Apakah engkau telah menemukan bunga itu wahai muridku?". " Sebenarnya aku telah menemukannya guru", jawab murid tersebut dengan raut wajah sedih. "Lantas mengapa engkau tak membawanya dan memperlihatkan kepadaku?", tanya sang guru. "Aku menyesal guru, karena aku fikir setelah itu aku akan menemukan bunga-bunga yang jauh lebih indah dari itu. Aku menyesal guru".
kisah diatas megajarkan kita bahwa jika dalam perjalanan hidupmu dipenuhi banyak pilihan maka saat engkau menemukan hal terbaik versimu itu maka PILIHLAH, karena belum tentu perjalananmu setelah itu menawarkan pilihan pilihan terbaik (versimu).
Wallahua'lam bissowab.
Salam Rindu -Fulana-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar