Kita kedapatan cerita seorang sahabat nih, pengen tau ceritanya? yuk simak deh :)
Entah awalnya dari mana, suatu ketika datang sosok asing kepadaku, tidak secara langsung tapi melalui percakapan messeger, sebut saja si fulan. Sebenarnya datangnya karena aku yang mengundangnya, iyaa dengan aku menyukai postingan yang ia bagikan. Namun percakapan ini tak berlangsung lama, hanya beberapa percakapan saja, boleh jadi karena memang dianya yang cuek, tak mau mengundang fitnah dengan chat yang bukan muhrim atau karena dia tak tertarik padaku, entahlah mana alasan yang benar hehe :D Jadi begini, setelah saya cari tau dari bio akun social medianya dia adalah seorang ikhwan yang sekarang sedang kuliah mengambil konsentrasi Bahasa Arab di Universitas ternama.
Entah awalnya dari mana, suatu ketika datang sosok asing kepadaku, tidak secara langsung tapi melalui percakapan messeger, sebut saja si fulan. Sebenarnya datangnya karena aku yang mengundangnya, iyaa dengan aku menyukai postingan yang ia bagikan. Namun percakapan ini tak berlangsung lama, hanya beberapa percakapan saja, boleh jadi karena memang dianya yang cuek, tak mau mengundang fitnah dengan chat yang bukan muhrim atau karena dia tak tertarik padaku, entahlah mana alasan yang benar hehe :D Jadi begini, setelah saya cari tau dari bio akun social medianya dia adalah seorang ikhwan yang sekarang sedang kuliah mengambil konsentrasi Bahasa Arab di Universitas ternama.
Kedatangannya memotivasi diri ini untuk menjadi lebih baik lagi ketika salah satu dalam percakapan kami dia menanyakan, "Apakah pakaianmu telah syar'i?" "Bagaimana dengan betismu? apakah setiap keluar rumah sudah mengenakan kaos kaki? sedangkan kakimu juga termasuk aurat". Masya Allah, bergetar hati ini membenarkan pertanyaanya, seketika aku langsung introspeksi diri, melihat diri ini yang masih suka lepas pakai kaos kaki, bahkan hampir tidak pernah memakainya. Secara tidak langsung aku berterimakasih pada ikhwan ini karena telah mengingatkanku. Ternyata di zaman sekarang masih ada ikwan seperti ini.
Lanjut pada percakapan kami, dia to the point, langsung mengutarakan niatnya bahwa dia ingin mencari pendamping hidup. Umurnya baru akan menginjak 23 tahun, bisa dikatakan cukuplah untuk berkeluarga. Lalu bagaimana kelanjutannya? apakah dia tertarik padaku? jawabannya tidak, dia tak tertarik sedikitpun pada diri ini. Mungkin aku jauh dari kriterianya, yang ia inginkan adalah wanita dengan niqob dikepalanya, sedang aku tidak :)
Yang aku syukurkan karena Allah masih peduli kepadaku, melalui ikhwan ini Allah mengingatkanku untuk memperbaiki penampilan dan akhlakku.
Tentang si Fulan yang ingin segera menikah, aku doakan semoga engkau disegerakan oleh Allah bertemu dengan jodohmu, agar segera bertamu kerumahnya dan meminangnya pada orang tua si wanita :)
Waaah inspiratif ya pengalamannya, mimin doakan semoga istiqomah ya ukh hijrahnya :)
Keep istiqomah ukhtiii~ hihi
Waaah inspiratif ya pengalamannya, mimin doakan semoga istiqomah ya ukh hijrahnya :)
Keep istiqomah ukhtiii~ hihi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar